Menyapa
Rumput Laut Nusa Penida
Nusa Penida tidak hanya sebuah pulau di
tenggara Pulau Bali. Bila menyusuri pesisir utara menuju timur pulau ini,
rumput laut yang dijemur menyapa siapa pun yang melintas. Aromanya khas. Panen
langsung dari lahannya.
Mengikat
bibit, menanam dan memanen rumput laut menjadi hal biasa. Di Dusun Batu Mulapan
misalnya. Profesi menjadi petani rumput laut merupakan mata pencaharian
mayoritas penduduk.
Pesisir
yang landai menjadi area tepat bagi lahan rumput laut. Ditambah cuaca yang
cerah, ombak dan angin yang stabil semakin menggugah semangat petani bekerja.
Warga lokal pun menyebut rumput laut sebagai bulung. Jenisnya beragam. Namun
jenis yang biasanya dikembangkan adalah katoni dan spinosum.
![]() |
Petak-petak lahan rumput laut di Nusa Penida |
Ketut
Narti (35) salah satunya. Wanita tangguh ini sudah akrab dengan rumput laut sejak
berusia 15 tahun. Menggarap lahan rumput laut seluas 2 are tetap dilakoninya meskipun
suaminya telah meninggal. Bulung gadang menjadi pilihan untuk ditanam di
lahannya di Dusun Batu Mulapan. “Lahan disini hasil rumput lautnya bagus.
Pemandangannya juga bagus,” ungkapnya.
![]() |
Ketut Narti saat menanam ikatan rumput laut di lahannya |
Tidak
mengherankan Ketut Narti berkata begitu. Lahan rumput lautnya ada di wilayah
strategis. Melintasi jalan tanjakan menuju Goa Giri Putri, mata akan tertuju
dengan hamparan lahan rumput laut di pinggir pantai.
![]() |
Berhenti sejenak . Terperangah dengan hamparan lahan ini seakan menyapa setiap yang melintas |
Mengikat
bibit, menanam dan memanen rumput laut adalah proses singkat budidaya rumput
laut. Tak lupa dikeringkan dan fermentasi. Rumput laut hijau akan berubah
berwarna putih saat kering. Dikeringkan di halaman atau pinggir jalan dengan
beralaskan tikar atau terpal menjadi pemandangan lain di jalanan Nusa Penida.
Setelah
kering, rumput laut siap dijual. Ditempatkan dalam karung-karung beras siap
dikumpulkan ke pengepul. “ Di Nusa Penida belum ada pabrik pengolahan rumput
laut. Harga per kilogram rumput laut sekitar 4.000 rupiah per kg. Jadi harga
murah sudah biasa,” ucap Nyoman Kita yang sudah 13 tahun menjadi petani rumput
laut.
![]() |
Hasil panen rumput laut dipikul menuju daratan |
Aroma khas
rumput laut tetap menyapa hingga kini. Menandakan kehidupan khas masyarakat
pesisir tetap mewarnai pulau yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung, Bali.